Lempong, Camilan Murah Dan Nikmat Produk Unggulan Desa Locare

Jumat (04/08/17), pemuda Desa Locare bekerja sama dengan mahasiswa KKN UMD Universitas Jember untuk membuat suatu produk unggulan desa. ‘Lempong’ merupakan nama merk dagang dari produk yang dibuat oleh pemuda dan mahasiswa KKN yang terbuat dari kerupuk lempeng.

Desa Locare merupakan salah satu desa di Bondowoso yang mayoritas masyarakatnya adalah petani. Keadaan lingkungan Desa Locare yang sulit air menyebabkan hasil panen bahan pokok utama seperti padi dan jagung menjadi rendah. Sehingga kadang para petani mengalami kerugian yang cukup besar. Namun, tidak ada suatu kekurangan yang tidak disertai dengan kelebihan. Begitulah yang terjadi di Desa Locare. Dibalik keadaan lingkungan yang tidak mendukung untuk pertumbuhan bahan pangan pokok secara maksimal, tanah Locare sangat cocok untuk pertumbuhan singkong. Singkong dari Locare diakui merupakan singkong yang berkualitas sangat baik.

Singkong yang dihasilkan biasanya dijual mentah atau diolah terlebih dahulu untuk dijadikan bahan dalam pembuatan tepung tapioka. Selain itu, masyarakat Desa Locare juga banyak yang membentuk Home Industry yang membuat kerupuk lempeng. Kerupuk lempeng merupakan olahan singkong yang diparut halus dan diberi bumbu-bumbu tertentu kemudian dipipihkan, dikukus dan dijemur. Kerupuk ini memiliki rasa yang khas dan cukup banyak diminati oleh masyarakat di dalam maupun luar Bondowoso. Kendala dari industri kerupuk lempeng ini adalah pemasaran yang terbatas pada wilayah sekitar Bondowoso. Melihat permasalahan ini Mahasiswa KKN UMD yang mengabdi di Desa Locare berusaha membuat inovasi tertentu untuk membantu pemasaran dari kerupuk lempeng.

Inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN dan pemuda Desa Locare adalah dengan merubah ukuran dan bentuk dari kerupuk lempeng, memberikan variasi rasa dan merubaha cara pengemasan serta pemberian merk, yaitu Lempong. Lempong yang diproduksi memiliki bentuk segitiga dengan ukuran yang lebih kecil dan diberi variasi rasa balado, pedas dan keju manis. Kemasan kerupuk yang awalnya dijua mentah dengan diikat menggunakan raffia dirubah menjadi dikemas dengan plastik tebal dan diberi label yang menarik. Selain itu, percobaan pemasaran produk juga dilakukan berbasis online dan respon yang diterima konsumen cukup bagus.

 

Related posts

Leave a Comment