PROFIL DESA LOCARE

  1. Fungsi Pemerintahan Desa

1.1 Tugas Pokok dan Fungsi Pemerintah Desa

  1. Kepala Desa

Tugas Pokok : menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Fungsi dan wewenang :

  1. Memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa
  2. Mengangkat dan memberhentikan Perangkat Desa setelah mendapatkan rekomendasi dari Camat;
  3. Memegang kekuasaan pengelolaan Keuangan dan Aset Desa;
  4. Menetapkan Peraturan Desa, Peraturan Kepala Desa, Peraturan Bersama Kepala Desa, dan Keputusan Kepala Desa sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan;
  5. Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa;
  6. Membina kehidupan Masyarakat Desa;
  7. Membina ketentraman dan ketertiban masyarakat Desa;
  8. Membina dan meningkatkan perekonomian Desa serta mengintegrasikannya agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat Desa;
  9. Mengembangkan sumber pendapatan desa;
  10. Mengusulkan dan menerima pelimpahan sebagian kekayaan negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa;
  11. Mengembangkan kegidupan social budaya masyarakat desa;
  12. Memanfaatkan teknologi tepat guna;
  13. Mengoordinasikan Pembangunan Desa secara partisipatif;
  14. Mewakili Desa di dalam dan diluar pengadilan atau menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan; dan
  15. Melaksanakan wewenang lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan.
  16. 2. Sekretariat Desa

       Tugas Pokok :

  1. Melaksanakan penyelenggaraan administrasi pemerintahan
  2. Mengelola administrasi dan memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh perangkat Desa dalam hal :
  3. Evaluasi dan palaporan.
  4. Administrasi umum.

 

Fungsi :

  1. Perumusan perencanaan dan program di lingkungan pemerintah desa.
  2. Pemberian pelayanan administratif kepada masyarakat, pemerintahan desa dan instansi pemerintah lainnya.
  3. Penyusunan anggaran dan pengelolaan administrasi keuangan.
  4. Pengelolaan urusan administrasi perangkat desa.
  5. Pengelolaan perlengkapan,  rumah tangga,   dan   aset
  6. Penyelenggaraan keprotokolan.

1.2   Pembagian Wilayah Desa

            Dengan Luas Wilayah 257,725 Ha. Desa Locare terdiri dari :

  1. Kepala Dusun : Krajan I
  2. Kepala Dusun : Krajan II
  3. Kepala Dusun : Krajan III
  4. Kepala Dusun : Krajan IV
  5. Kepala Dusun : Kidul Kali I
  6. Kepala Dusun : Kidul Kali II
  7. Kepala Dusun : Batas

Masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Posisi Kasun menjadi sangat strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada aparat ini. Dalam rangka memaksimalkan fungsi pelayanan terhadap masyarakat di Desa Locare dari tujuh Dusun tersebut terbagi menjadi 4 Rukun warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT).

1.3     Struktur Organisasi Pemerintah Desa

 

Susunan Organisasi Pemerintah Desa Locare terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa yaitu : Sekretaris Desa, Bidang Urusan, Pelaksana Teknis, dan Pelaksana Kewilayahan.

  • Kepala Desa : 1 Orang
  • Perangkat Desa
  • Sekretaris Desa             : 1 Orang
  • Bidang Urusan : 3 Orang
  • Pelaksana Teknis             : 3 Orang
  • Pelaksana kewilayahan : 7 Orang

 

 

Tabel 1 Daftar Nama Aparat Pemerintah Desa Locare

Tahun 2018

 

No. Nama Jabatan
1. Sofyan Sauri Kepala Desa
2. Abdul Muhni Zam Sekretaris Desa
3. Abd. Hasan Kepala Seksi Pemerintahan
4. Imam Baydowi Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial
5. Nurwati Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat
6. Hartono Kepala Urusan Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan
7. Ridwan Basofi Kepala Urusan Umum
8. Sunarto Kepala Urusan Keuangan
9. M. Abdul Muis Kepala Dusun Krajan I
10. Sunardi Kepala Dusun Krajan II
11. Saifullah Kepala Dusun Krajan III
12. Fathan Kepala Dusun Krajan IV
13. Indri Wagiyanti Kepala Dusun Kidul Kali I
14. Wahyudi Kepala Dusun Kidul Kali II
15. Jamhuri Kepala Dusun Batas

Sumber : Buku Administrasi Desa Locare Kecamatan Curahdami, Tahun 2017

Tabel 2 Daftar Nama Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Desa Locare Tahun 2018

No. Nama Jabatan
1. Syamsul Huda Ketua
2. Sunarmo Sekretaris
3. Maisarah Bendahara
4. Suhadi Anggota
5. Abdul Basid Anggota

Sumber : Buku Administrasi Desa Locare Kecamatan Curahdami, Tahun 2018

Secara umum pelayanan pemerintah Desa Locare kepada masyarakat cukup memuaskan. Dalam beberapa sesi wawancara langsung dengan masyarakat Desa Locare yang dipilih secara acak, terungkap bahwa dalam memberikan pelayanan pengurusan administrasi kependudukan, pertanahan dan lain-lain dikerjakan dengan cepat dan dilayani selama 24 jam, baik pelayanan pada jam kerja di kantor maupun di luar jam kerja di rumah kepala desa, sekretaris desa atau perangkat desa lainnya.

  1. Kondisi dan Sumber Daya Desa

2.1 Sejarah Desa Locare

Pada zaman dahulu ketika baru ditemukan oleh Kironggo dan suasana Bondowoso masih berupa desa yang dikelilingi oleh hutan belantara, saat itu hiduplah dua bersaudara yang merupakan abdi dari Kironggo  yang bernama Ki Enteng sang adik dari Ki Tohandeh

Dari berita yang beredar di masyarakat  Ki Enteng mencari kakaknya, di tengah perjalanan Beliau bertemu dengan kakaknya yang penuh dengan luka parah karena melawan seekor ular, setelah Ki Enteng mendengar cerita dari sang kakak maka Ki Enteng bergegas masuk hutan untuk mencari ular tersebut.

Dengan demikian tempat itu yang semula sering membawa musibah atau lebih dikenal ”Locanen” (bahasa madura) yang berarti sering tertimpa musibah, maka denga terbunuhnya ular tersebut tidak terjadi lagi musibah dan timbullah istilah dari masyarakat ”selocanen lamareh” artinya musibah telah selesai dan daerah itu dinamakan LOCARE sampai sekarang. Ki Enteng memutuskan untuk menetap di Locare sehingga kuburannya sampai sekarang dikeramatkan didesa Locare. Silsilah ini didapat dari sesepuh Desa

Dari kisah diatas dapat disimpulkan bahwa Desa Locare merupakan wilayah yang cukup luas dengan kepadatan Penduduk yang cukup besar, dengan keberadaan penduduk  mata pencahariannya mayoritas petani. Dan Desa Locare  sudah terbentuk pada jaman dahulu, namun sistem pemerintahan Desa belum berjalan dengan semestinya mengingat belum dipilihnya seorang tokoh untuk memimpin Desa Locare.

Terbentuknya desa tersebut dirasa sangat perlu untuk Locare. Secara jelasnya berikut silsilah pemeritahan Desa Locare :

NO NAMA TAHUN JABATAN KETERANGAN
1 Marzuki – 1969 Kepala Desa Jabatan Berakhir
2 P. Miati ( 1969 – 1980 ) Kepala Desa Jabatan Berakhir
3 Joyo Asmoro ( 1980 – 1983 ) Kepala Desa Mengundurkan Diri
4 A. Fajri ( 1983 – 1993 ) Kepala Desa

Jabatan Berakhir

5 Haryono ( 1993 – 1999 ) Kepala Desa Mengundurkan Diri
6 Muhlis ( 1999 – 2011 ) Kepala Desa

Jabatan Berakhir

7 Budi Harjo ( 2012 – 2018) Kepala Desa

Jabatan Berakhir

8 Sofyan Sauri ( 2018 – Sekarang ) Kepala desa

Masih Menjabat

Sumber : Buku Administrasi Desa Locare Kecamatan Curahdami, Tahun 2018

2.2 Demografi

Secara geografis Desa Locare terletak di sebelah Barat  Kecamatan, yang berbatasan dengan Hutan ,dengan luas wilayah total 257,725 Ha,

 

 

 

 

2.3 Batas-batas wilayah Desa Locare Sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara        : Desa Purnama Kec. Tegalampel
  2. Sebelah Selatan    : Desa Selolembu Kec. Curahdami
  3. Sebelah Barat        : Desa Sumber Tengah Kec. Curahdami
  4. Sebelah Timur        : Desa Karanganyar Kec. Tegalampel

 

2.4 Topografi

            Keadaan Topografi Desa Locare secara umum adalah merupakan daerah dataran Tinggi.

  1. Topografi dengan bentang wilayah berombak sampai berbukit.
  2.  Curah hujan                           : 1569 mm
  3. Jumlah bulan hujan             : 6 bulan
  4.  Suhu rata-rata harian           :  32ºc
  5.  Tinggi tempat                          : 180 m dpl.

 

  1. Luas wilayah Desa Locare 257,725 Ha terdiri dari:
Ø  Tanah sawah : 83, 708 ha
Ø  Tanah Keringm (tegal) : 139, 125 ha
Ø  Permukiman : 34,892 ha
Ø  Tanah Hutan lindung :
Ø  Tanah hutan Produksi :
Ø  Tanah Hutan Konversi :
Ø  Tanah lainnya :
Ø  Tanah sawah :

 

      2.5 Keadaan Sosial Budaya

  1. Kependudukan

Berdasarkan Data Administrasi Pemerintah Desa, jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi, jumlah total 1961 jiwa. Dengan rincian penduduk berjenis kelamin laki-laki berjumlah 994 jiwa, sedangkan berjenis kelamin perempuan berjumlah 967 jiwa. Berkaitan dengan data jumlah penduduk dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini :

Tabel 1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Desa Locare Tahun 2018

 

No. Jenis Kelamin Jumlah Prosentase (%)
1. Laki-laki 993 58 %
2. Perempuan 967 42 %
  Jumlah 1960 100%

Sumber : Buku Administrasi Desa Locare Kecamatan Curahdami, Tahun 2017

 

Keadaan kependudukan di Desa Locare dilakukan identifikasi jumlah penduduk dengan menitikberatkan pada klasifikasi usia dan jenis kelamin. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan deskripsi tentang jumlah penduduk di Desa Locare berdasarkan usia dan jenis kelamin secara detail dapat dilihat dalam Tabel 2 berikut ini :

Tabel 2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia

                                                 Desa Locare Tahun 2018                                                

 

No. Kelompok Usia Laki-laki Perempuan Jumlah Prosentase

(%)

1. 0 – 6 63 71 134 7%
2. 7 – 15 88 83 171 8,72%
3. 16 – 18 23 23 46 2,34%
4. 19 – 24 68 77 145 7,40%
5. 25 – 39 302 237 536 27,32%
6. 40 – 49 196 179 375 19,12%
7. 50 – 59 149 161 310 15,80
8. >60 105 136 241 12,30%
  Jumlah 993 967 1960 100%

Sumber : Buku Administrasi Desa Locare Kecamatan Curahdami, Tahun 2017

Dari total jumlah penduduk Desa Locare, yang dapat dikategorikan kelompok rentan dari sisi kesehatan mengingat usia, yaitu penduduk yang berusia >56 tahun. Jumlah yang paling banyak 17,89 % adalah antara usia 0 sampai dengan 18 Sementara jumlah penduduk usia produktif yaitu dari usia 19-49 tahun sejumlah 53,85%.

Dari usia 0 – 6 tahun tersebut jumlah penduduk yang masih sangat membutuhkan asupan gizi karena mengingat di usia tersebut sangat rentan terhadap bebagai penyakit.

Penduduk usia produktif pada usia antara 19-49 tahun di Desa Locare jumlahnya cukup signifikan, yaitu 1056 jiwa atau 54% dari total jumlah penduduk. Terdiri dari jenis kelamin laki-laki 28,86% sedangkan perempuan 25,14%.

Dari data tersebut diketahui bahwa jumlah laki-laki/wanita usia produktif lebih banyak. Dengan demikian sebenarnya perempuan usia produktif di Desa Locare dapat menjadi tenaga produktif yang cukup signifikan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif diharapkan semakin memperkuat ekonomi masyarakat, sementara ini masih bertumpu kepada tenaga produktif dari pihak laki-laki.

  1. Mata pencaharian Pokok

Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Locare dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti : petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, wiraswasta, pensiunan, buruh bangunan/tukang, peternak. Dan industri kecil.

 

Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian

Desa Locare

 

No. Jenis Pekerjaan Jumlah Prosentase

dari Total Jumlah Penduduk

1 Petani 56 2,9 %
2 Buruh tani 612 31,2 %
3 PNS/TNI/POLRI 30   1,5 %
4 Karyawan swasta 49           2,5 %
5 Pedagang 64 3,5%
6 Wirausaha  0,%
7 Pensiunan 7           0,35 %
8 Tukang bangunan 85 4,33 %
9 Peternak 3 0,22 %
Lain-lain/tidak tetap 297           15,14 %
  Jumlah 1203 61,34%

 

Berdasarkan tabulasi data tersebut teridentifikasi, di Desa Locare jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 61,34 % Dari total penduduk. Dari jumlah tersebut, kehidupannya bergantung di sektor pertanian, jasa angkutan, perdagangan dll.

Jumlah ini terdiri dari buruh tani sebanyak 31,2 % dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 61,34 % dari total jumlah penduduk. Petani sebanyak 2,9 % dari total jumlah penduduk

Sementara penduduk yang lain mempunyai mata pencaharian yang berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, POLRI, pedagang, karyawan swasta, sopir, wiraswasta, tukang bangunan, dan lain-lain.

Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat di Desa Locare memiliki alternatif pekerjaan selain sektor buruh tani dan petani.Setidaknya karena kondisi lahan pertanian mereka sangat tergantung dengan curah hujan alami. Di sisi lain, air irigasi yang ada tidak

dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan pertanian di Desa Locare secara keseluruhan terutama ketika musim kemarau. Sehingga mereka pun dituntut untuk mencari alternatif pekerjaan lain, seperti pedagang, buruh bangunan,dll.

  1. KONDISI KESEHATAN

Kesehatan Merupakan suatu hal yang sangat Vital dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, untuk itu Pemerintah Desa Locare selalu mendorong masyarakat untuk berpola hidup sehat, misalnya tidak buang air besar di sungai, tidak membuang sampah disembarang tempat,  dan kegiatan-kegiatan lain yang mendorong terciptanya masyarakat sehat seperti Posyandu, baik terhadap balita maupun Lansia. Dimana kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (Bidan dan Perawat) dilakukan setiap bulan secara bergantian setiap pos.

Jarak Tempuh Masyarakat Ke Tempat Pelayanan Kesehatan (PONKESDES) sekitar 1,5 km dan Ke PUSKESMAS sekitar 3 km. dengan adanya program pembangunan yang bersumber dari APBN/APBD sehingga Gedung PONKESDES Desa Locare dapat program pembagunan yang baru di tahun lalu dan ini juga berdampak pada sistem pelayanan yang maksimal dan penduduk juga mengalami peningkatan dalam mengunjungi PONKESDES guna pemeriksaan.

Tabel Tingkat Kesehatan Masyarakat

NO JENIS PRASARANA KETERANGAN
JUMLAH KONDISI
1 Prasarana Air Bersih

Ø Penampungan Air Hujan (PAH)

Ø PAM

Ø Sumur Gali

Ø Sumur Pompa

Ø Perpipaan

Ø Mata Air

 

0

0

0

0

0

823

10

 

Kurang Baik

Kurang Baik

2 Prsarana Pembuangan Limbah

§  Bak Sampah

§  Gerobak Sampah

§  Pengolahan Limbah

 

0

0

0

 

3 Prasarana Kesehatan

Ø Rumah Sakit Umum

Ø Puskesmas

Ø Polindes

 

0

0

1

 

Baik

4 Cakupan Pemenuhan Air Bersih

§  Rumah Tangga Menggunakan Sumur Gali

§  Rumah Tangga Pelanggan PAM

§  Rumah Tangga Menggunakan Hidran Umum

§  Rumah Tangga Menggunakan Mata Air Bersih

 

0

 

0

 

0

 

823 KK

 

 

5 Data kepemilikan Jamban

Ø  Perorangan

Ø  Komonal/ Umum

150 KK

15 Masyarakat

Baik
6 Data RTLH 300 Kurang

 

  1. KONDISI PENDIDIKAN

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan dan tingkat perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat ketrampilan. Tingkat ketrampilan juga akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru sehingga akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran. Di bawah ini tabel yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Locare.

 

Tabel Tingkat Pendidikan :

 

NO KETERANGAN JUMLAH
1 Penduduk Usia 10 Tahun Keatas yang Buta Huruf 108 Orang
2 Penduduk Tidak Tamat SD 300 Orang
3 Penduduk  Tamat SD 524 Orang
4 Penduduk Tamat SLTP 445 Orang
5 Tidak Tamat SLTP (usia 18 s/d 56 th) 196 Orang
6 Penduduk Tamat SLTA 338 Orang
7 Tidak Tamat SLTA (usia 18 s/d 56 th) 23 Orang
8 Penduduk Tamat D1 0
9 Penduduk Tamat D2 0
10 Penduduk Tamat D3 0
11 Penduduk Tamat S1  27 Orang
12 Penduduk Tamat S2 0
13 Penduduk Tamat S3 0

 Sumber : Profil / Buku Administrasi Desa Locare T.a 2017

 

 

Tabel Sarana Prasana Pendidikan :

 

NO Nama Pendidikan Jumlah Sekolah Jumlah Pengajar Jumlah Siswa K E T
1 Play Group 2 6 30 Non Formal
2 TK 2 7 35 Formal
3 SD 2 22 160 Formal
4 SMP
5 SMA
6 RA
7 Ibtidayah 1 15 180 Formal
8 Tsanawiyah 1 10 60
9 Aliyah 1 10 50
10 Ponpes 2 5 25

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel Remaja Putus Sekolah :

NO KETERANGAN JUMLAH
1 Jumlah Remaja 256 Orang
2 Jumlah Remaja Putus Sekolah SD/Sederajat 0
3 Jumlah Remaja Putus Sekolah SLTP/Sederajat 56 Orang
4 Jumlah Remaja Putus Sekolah SLTA/Sederajat 48 Orang
5 Jumlah Remaja Putus Sekolah S1 4 Orang

 

Dari tabel di atas dapat di simpulkan bahwa tingkat pendidikan Masyarakat Locare masih di bawah rata-rata, bahkan Masyarakat yang tidak tamat SD cukup besar sekitar 3,70 % dari total penduduk yang ada. Remaja yang putus sekolahpun cukup besar sekitar 6,10 % dari total Remaja sekolah.

 

  • KONDISI EKONOMI DAN KEMAMPUAN FISKAL DESA

Strategi Pemerintah Desa Locare Kecamatan Curahdami dalam rangka meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, yaitu :

  1. Mengoptimalkan Potensi Sumber daya Desa yang di miliki misalnya Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM)
  2. Merubah Pola Pengelolaan aset-aset desa seperti Tanah Kas Desa dari Tradisional Ke Modern
  3. Mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMD)

Pengelolaan hasil kekayaan Desa tidak Optimal, seperti Pengelolaan Tanah Kas Desa.  Tanah sawah misalnya Pola tanam yang Tradisional menyebabkan Pendapatan kecil, hasil pertaniaan belakangan ini tidak stabil, terlebih pada tahun 2018 ini cuaca yang tidak menentu menyebabkan hasil pertanian seperti Padi, Tembakau, cabai dll menjadi berkwalitas Rendah.

Penerimaan Pendapatan Asli Desa dari Tanah Kas Desa dan Pendapat Lainya tidak begitu mendongkrak APB Desa Locare,

Penerimaan Bantuan Keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso seperti Alokasi Dana Desa, Tunjangan Guru Ngaji, dll, bertujuan untuk Meningkatkan Kinerja Pelayanan Pemerintah Desa Locare serta Bentuk Kepedulian Pemerintah terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan

 

Untuk Mendongkrak APBDesa Locare diperlukan Langkah langkah sebagai berikut :

  1. Mengoptimalkan Potensi Sumber daya Desa yang di miliki misalnya Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM)
  2. Demi meningkatkan hasil pertanian di Desa Locare maka dengan adanya sumber mata air yang ada perlu adanya perbaikan fasilitas saluran, bias dilakukan dengan cara pengeboran atau perbaikan saluran irigasi.
  3. Untuk meningkatkan SDM petani dalam tata cara pengelolaan pertanian perlu diadakan pelatihan petani.
  4. Merubah Pola Pengelolaan aset-aset desa seperti Tanah Kas Desa dari Tradisional Ke Modern
  5. Meningkatkan Penerimaan Pajak
    • PEMANGKU KEPENTIGAN

Para pemangku kepentingan (stakeholders) yaitu pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengatasi permasalahan dan pihak yang akan terkena dampak hasil perencanaan pembangunan di desa antara lain;

  1. Pemerintah Desa, adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa;
  2. Badan Permusyawaratan Desa (BPD), adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelengaraan pemerintahan desa;
  3. Lembaga Kemasyarakatan atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai kebutuhan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat, antara lain :
  • LPMD ( Lembaga Pembangunan Masyarakat Desa )
  • RT ( Rukun Tetangga)
  • RW ( Rukun warga)
  1. Tokoh Masyarakat adalah tokoh adat, tokoh agama, tokoh wanita, tokoh pemuda dan pemuka-pemuka masyarakat lainnya
  2. Lembaga kemasyarakatan lain:
  • PKK ( Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga )
  • Karang Taruna
  • Kelompok Tani
  1. SKPD ( Satuan Kerja Pemerintah Daerah ) Kab. Bondowoso yang berkaitan langsung dengan Program pembangunan dan pemberdayaan

Masyarakat Pedesaan.

Related posts

Leave a Comment